This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Welcome to our website

Lembaga konsultan politik yang mendampingi kandidat dalam Pilkada. Konsultan memberikan pelayanan kepada calon kepala daerah, calon presiden dan anggota parlemen yang akan bertarung dalam sebuah pemilihan melalui aneka program. Dengan selalu melandaskan diri pada survey yang terbukti akurat dan objektif, kami menghadirkan program strategis dan media yang efisien dan terbukti efektif..

Client Konsultan didampingi oleh tenaga ahli berkualitas dan high performance yang membawa client sebagai the next leader dengan meraih dukungan publik..
Showing posts with label STRATEGI PEMENANGAN. Show all posts
Showing posts with label STRATEGI PEMENANGAN. Show all posts

Sunday, January 27, 2013

Mengapa Incumbent (petahana) Banyak Menang Pilkada

Sejak pertama Pilkada digulirkan pada tahun 2005, hingga kini sudah ribuan Pilkada telah dilaksanakan di Indonesia. Dari data yang ada, Pilkada banyak dimenangkan oleh pihak incumbent. Bila dipersentasekan kira-kira mencapai 85% Pilkada dimenangkan oleh incumbent.
Pertanyaannya, mengapa Pilkada banyak dimenangkan oleh incumbent?.Ada beberapa faktor mengapa incumbent lebih mudah untuk memenangkan Pilkada di Indonesia.


Pertama, incumbent mengusai akses ekonomi. Dengan kedudukanya sebagai bupati atau walikota atau gubernur yang sedang menjabat, seorang kandidat menjadi punya kesempatan yang lebih besar untuk mengusai akses ekonomi dibanding kadidat lain. Kemudahan akses ekonomi ini tentunya memudahkan seorang kandidat untuk mendapatkan dana untuk pembiayaan kampanyenya. Sering kali, incumbent justru yang kewalahan dengan para pihak yang datang menawarkan dana pilkada. Dengan dana yang melimpah ini, pihak incumbent bisa melakukan banyak hal. Dalam Pilkada, dana memang bukan segalanya tetapi sangat penting keberadaanya.
Kedua, incumbent mengusai akses sosial. Penguasaan terhadap akses sosial ini sangat penting karena akan mendongkrak tingkat popularitas dan elektabilitas kandidat. Sejak hari pertama incumbent dilantik, ia akan memiliki akses untuk bertemu dan berkunjung ke masyarakat. Tentunya dengan menggunakan fasilitasnya sebagai incumbent. Incumbent bisa menghadiri acara atau menciptakan acara untuk bisa selalu bertemu dengan warga. Sudah menjadi rahasis umum bahwa incumbent selalu menggunakan dana BANTUAN SOSIAL untuk memupuk modal sosial ini.
Ketiga, incumbent mengusai akses politik. Bila seseorang sudah menjabat sebagai bupati, walikota atau gubernur, rasanya tidak akan susah untuk menguasi kursi pimpinan partai politik. Bahkan partai politik justru berebut untuk menempatkan incumbent sebagai ketua partai. Demikian juga pada saat pencalonan Pilkada, incumbent tidak akan repot mencari partai. Justru partai politik yang datang berbondong-bondong untuk menjadi meniadi partai pengusung. Dengan kemudahan akses politik ini, incumbent tentunya bisa memilih mesin partai politik mana yang memiliki dukungan luas di daerahnya.
Dengan segala kemudahana yang dimiliki incumbent tersebut, maka tidak heran bila sangat sedikit incumbent yang kalah dalam Pilkada. Hanya incumbent yang "keterlaluan" yang kalah dalam Pilkada.

Saturday, January 26, 2013

STRATEGI PEMENANGAN KANDIDAT PILKADA


Pertama, pembuatan tim sukses. Tim sukses akan mengorganisir segala kebutuhan pencalonan kandidat, pemetaan kekuatan politik, perencanaan pencalonan, dan marketing kandidat. Tim sukses terbagi dalam beberapa bagian yang penting 
 
1) survei popularitas kandidat dan perencanaan kampanye, 
2) penggalangan dana, 
3) hukum dan pemantauan pilkada, 
4) pencitraan kandidat, 
5) penguatan mesin politik (training), 
6) kampanye dan media massa
 
Kedua, survei  untuk pemetaan kekuatan politik.  
Tim sukses semestinya membuat survei untuk:
  1. memetakan posisi kandidat di mata masyarakat, 
  2. memetakan keinginan pemilih, 
  3. mendefinisikan mesin politik yang paling efektif digunakan sebagai vote getter, 
  4. mengetahui media yang paling efektif untuk kampanye.
 
Ketiga, follow up hasil survei. Follow up hasil survei menjadi agenda kerja tim sukses yaitu:
 
  1. Penguatan mesin politik. Riset dapat mengetahui mesin politik yang paling dekat dengan massa i.e. lembaga keagamaan, lembaga kemasyarakatan, lsm dll. Tugas tim sukses khususnya bagian training adalah melakukan penguatan terhadap mesin politik tersebut agar menjadi vote getter yang efektif.
  2. Candidat positioning. Riset dapat menggambarkan citra kandidat yang diharapkan, dan agenda kerja yang diinginkan. Dari hasil riset ini tim sukses, khususnya bagian pencitraan, dapat merencanakan citra dan posisi kandidat agar sesuai dengan keinginan pemilih.
  3. Marketing. Riset dapat mengetahui posisi kandidat di mata masyarakat, citra gubernur yang diinginkan masyarakat, agenda kerja yang diinginkan masyarakat. Tim sukses (bagian kampanye dan media massa) harus memfollow-up dengan membuat visi misi, membuat materi kampanye, strategi kampanye, dan merencanakan media kampanye 
 
Ada sedikit tips untuk anda yang mungkin sedang terjun di dunia politik, misalnya anda sebagai tim sukses dalam PILKADA. Dalam politik kita tak tahu kita berhadapan dengan siapa meskipun orang tersebut dalam Tim kita. Semua serba mungkin dalam dunia perpolitikan. Mungkin dia mata-mata dari lawan politik kita. Tapi kalau kita bisa mengindentifikasi siapa mata-mata dan siapa memang benar-benar Tim kita. Bisa aja mata-mata itu dalam Tim kita akan mungkin menguntungkan kita, kalau kita dia itu mata-mata. Kasih aja info yang berseberangan dengan strategi politik kita, agar juga salah dengan strategi mereka. Menemukan mata-mata itu juga gampang-gampang susah. Caranya kasih info kepada tim kita yang berbeda-beda, misal info 1, 2, 3 dst. Yang sampai pada lawan politik info yang mana. Bila itu info 2 maka tim kita yang kita beri info 2 itulah mata-mata, tapi harus cek duluan lho mungkin 3 test baru ketahuan benar. Tinggal anda memanfaatkannya. Waduh jadi ngelantur kemana-mana nich. OK berikut Strategi pemenangan calon :
  • Sukses itu berkat kerja keras. 
  • 'Serang' strategi lawan
  • 'Hancurkan' Aliansi lawan
  • 'Seran'g lawan
  • 'Kepung' kubu pertahanan lawan
  • Tentukan strategi anda
  • Kenali karateristik 'medan perang'
  • Temukan keuntungan strategi anda
  • Manfaatkan kekuatan lawan
  • Saring topik anda
  • Tentukan tujuan taktis anda
  • Kendalikan strategi anda
  • Menciptakan imej yang lebih baik
  • Menampilkan figur kepemimpinan yang kharismatik dan menyakinkan
  • Propagandakan bidang atau bagian program partai yang unggul/kuat (atau dianggap kuat)
  • Memindahkan pengambilan keputusan ke sebuah organ atau sekelompok orang yang bersedia memimpin dan bersedia mengambil alih
  • Mengaburkan perbedaan pendapat/pandangan dengan melakukan strategi Disinformasi
  • Mempreteli imej personel partai lawan
  • Menciptakan 'musuh eksternal'
  • Masuk lebih dalam ke dalam 'pasar' agar dapat menyerap kelompok sasaran partai
  • Menjaga agar jumlah lawan tetap kecil, melalui strategi langkah-langkah kecil 
  • Memperluas 'pasar' agar dapat memenangkan kelompok-kelompok pemilih baru
  • Memperluas 'pasar' agar dapat menyakinkan dan memenangkan kelompok-kelompok pemilih baru
  • Buat 'kontroversi' biar fifty-fifty kedalam pilihan setuju atau tidak efektif lawan bila lebih dari 3